
KabarJawa.com– Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY bertekad menghidupkan kembali semangat dan eksistensi radio komunitas di tengah derasnya arus digitalisasi media.
Melalui ajang bergengsi Anugerah Penyiaran DIY 2025, KPID DIY menghadirkan penghargaan baru bertajuk Radio Komunitas Terinovatif.
Ini adalah bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan daya inovasi tinggi para pelaku penyiaran lokal.
Anugerah Penyiaran 2025
Ketua Panitia, Febriyanto, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen KPID DIY untuk menjaga keberagaman media sekaligus memperkuat posisi radio komunitas di tengah kompetisi industri penyiaran yang kian ketat.
“KPID DIY ingin mengangkat kembali eksistensi radio komunitas yang selama ini menjadi corong informasi dan edukasi masyarakat. Kami menambahkan kategori penghargaan baru agar semangat inovasi terus tumbuh di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Menurut data KPID DIY, saat ini Kota Yogyakarta memiliki 26 radio komunitas berizin resmi, 39 televisi digital, 36 radio swasta, empat radio Lembaga Penyiaran Publik (LPP), serta satu Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di Gunungkidul.
Kondisi ini menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu daerah dengan kepadatan lembaga penyiaran tertinggi di Indonesia.
Ketua KPID DIY, Hazwan Iskandar Jaya, menegaskan bahwa penyelenggaraan Anugerah Penyiaran DIY 2025 merupakan amanat dari Peraturan Daerah DIY Nomor 13 Tahun 2016 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 38 Tahun 2017.
“Anugerah Penyiaran adalah bentuk penghargaan terhadap kerja keras lembaga penyiaran dalam menjaga kualitas siaran sekaligus mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui konten yang edukatif dan berimbang,” jelas Hazwan.
Puncak acara Anugerah Penyiaran DIY 2025 akan berlangsung pada 10 November 2025 di Ruang Sinema, Kampus Universitas AMIKOM Yogyakarta, mulai pukul 19.00 WIB. Pada kesempatan itu,
Tokoh Inspiratif Penyiaran DIY
KPID DIY juga akan memberikan penghargaan Tokoh Inspiratif Penyiaran DIY 2025 kepada tujuh sosok yang berjasa besar dalam dunia penyiaran.
- GKR Mangkubumi
- BPH Kusumo Bimantoro
- HM Idham Samawi
- Yuni Satia Rahayu
- (alm) KH Imam Azis
- Akhir Lusono
- Prof. Suyanto
Mengusung tema Pesta Penyiaran Istimewa 2025: Never Ending Broadcasting, KPID DIY telah memulai rangkaian kegiatan sejak Agustus 2025 melalui program Kanthi Yo di Kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Berbagai kegiatan inspiratif seperti Kanthi Tandingan, Kanthi Peken, dan Kanthi Ajar sukses menarik perhatian masyarakat.
Program-program tersebut mendekatkan dunia penyiaran dengan publik, terutama generasi muda yang menjadi garda depan masa depan media.
Selain itu, program KPID DIY Goes to Campus juga telah digelar di enam perguruan tinggi negeri di DIY, antara lain UGM, UNY, UPN “Veteran”, ISI Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, dan STMM MMTC.
Program ini memperkuat literasi penyiaran mahasiswa agar lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan era digital.
Melalui Anugerah Penyiaran DIY 2025, KPID DIY menyalakan kembali semangat kolaborasi antara regulator, lembaga penyiaran, dan pemerintah daerah.
Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai kota penyiaran yang hidup, kreatif, dan berjiwa budaya.
“Never Ending Broadcasting” bukan sekadar tema, melainkan cerminan tekad Yogyakarta untuk terus menyiarkan kebaikan tanpa henti.
Pemkot Yogyakarta Dukung Peningkatan Kualitas Media
Dukungan terhadap penyelenggaraan Anugerah Penyiaran DIY juga datang dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi atas kiprah KPID DIY dalam menjaga ekosistem media yang sehat dan edukatif.
Dalam jumpa pers menyongsong Anugerah Penyiaran DIY 2025 di Ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (7/11), Wawan menegaskan bahwa media memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi publik yang akurat, berimbang, dan inspiratif.
“Selama ini kami sangat terbantu oleh rekan-rekan media. Komunikasi berjalan baik dan tanpa kendala. Kami berharap media bisa memberikan lebih banyak insight terhadap isu-isu penting, terutama dalam penyampaian informasi publik yang akurat dan berimbang,” tuturnya.
Ia juga berharap ajang Anugerah Penyiaran dapat menjadi momentum apresiasi dan refleksi bagi seluruh lembaga penyiaran di DIY agar terus menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik.
“Mari bersama-sama menyebarkan informasi positif, terutama tentang kebudayaan dan kemajuan Kota Yogyakarta. Media memiliki kekuatan besar untuk membangun citra kota dan menumbuhkan optimisme publik,” tegasnya. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/11/6084569010654613307.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door

