
KabarJawa.com– Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkopukm ) Kulon Progo melakukan pendampingan intensif terhadap proses sertifikasi halal pada usaha penggilingan daging dan bakso milik Fatonah yang berlokasi di Sentolo.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan produk pangan UMKM tampil lebih aman, bersih, dan terpercaya di mata konsumen.
Disperinkopukm bergerak langsung ke lapangan dengan mendatangi kios penggilingan daging serta lapak penjualan yang dikelola Fatonah.
Pendampingan Sertifikasi Halal Penggilingan Daging dan Bakso
Tim pendamping meninjau alur produksi dari hulu ke hilir untuk memastikan seluruh proses memenuhi standar halal dan higienis.
Pendampingan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya memberikan imbauan. Namun, pemerintah juga turun tangan secara nyata untuk memantau kualitas produksi pangan masyarakat.
Rafelino Sutan Aghe selaku Konsultan Produksi dan Ivan Farid Nurnanda adalah Konsultan Kelembagaan memimpin pendampingan tersebut.
Keduanya mengecek kelengkapan bahan baku, memastikan seluruh komponen telah memiliki sertifikasi halal resmi.
Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan area produksi sebagai bagian vital dari proses sertifikasi halal reguler dari usaha penggilingan daging dan bakso ini.
Sertifikasi adalah Jaminan
Dalam sesi pendampingan, tim menyampaikan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label administratif.
Sertifikasi ini merupakan standar fundamental yang memastikan setiap proses produk pangan memiliki jaminan keamanan, kebersihan, dan kehalalan.
Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga menjunjung nilai etis dan higienis dalam setiap langkah produksi.
Kepala Disperinkopukm Kulon Progo Iffah Mufidati menegaskan bahwa setelah sertifikat halal terbit, usaha berpotensi menjadi pusat rujukan ekosistem halal bagi UMKM lain yang menggunakan bahan baku daging giling, khususnya pelaku usaha bakso di wilayah Sentolo dan sekitarnya.
“Pemerintah daerah ingin kehadiran sertifikasi halal ini menjadi pemantik tumbuhnya sentra pangan halal yang kuat, mandiri, dan mampu memperluas pasar pelaku UMKM lokal,” ujarnya.
Pendampingan ini tidak hanya menyoroti aspek halal, tetapi juga menekankan pentingnya keamanan pangan.
Tim memastikan proses penggilingan berjalan higienis, terkontrol, dan sesuai prinsip thayyib, yakni baik, aman, dan layak konsumsi.
Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkuat posisi UMKM Sentolo sebagai penghasil produk pangan berkualitas tinggi.
Dengan pendampingan langsung di lapangan, Disperinkopukm Kulon Progo kembali menunjukkan peran dalam membangun UMKM unggul dan berdaya saing.
Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Kulon Progo tengah meneguhkan diri sebagai kawasan yang peduli terhadap keamanan pangan, keberlanjutan usaha kecil, dan pertumbuhan ekonomi berbasis ekosistem halal. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/11/6084569010654613310.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door

