BMKG Sebut Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan DIY Tiga Hari ke Depan, Nelayan Diminta Waspada

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspada
Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspada
Peringatan dini gelombang tinggi di Perairan Selatan Yogyakarta, masyarakat diminta waspada. (Pinterest/HUJINWEI)

KABARJAWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan serius.

Gelombang tinggi diprediksi masih mengancam perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama tiga hari ke depan, mulai Kamis hingga Sabtu, 28–30 Agustus 2025. Peringatan ini menguat setelah analisis atmosfer terbaru menunjukkan dinamika cuaca yang cukup kompleks.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa kondisi laut dan atmosfer saat ini menuntut kewaspadaan penuh, khususnya bagi nelayan, wisatawan, dan masyarakat pesisir.

BMKG melihat potensi gelombang tinggi di selatan DIY masih sangat mungkin terjadi dalam tiga hari ke depan.

“Ketinggiannya bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk kategori tinggi,” tegas Warjono.

Laut Panas dan Angin Timuran Picu Gelombang Tinggi

Hasil pengamatan BMKG menunjukkan suhu muka air laut di sekitar perairan Jawa masih cukup hangat, berkisar 24–30 derajat Celcius dengan anomali mencapai -0,5 hingga 2,0 derajat. Kondisi ini memicu energi tambahan pada pembentukan gelombang.

Selain itu, pola belokan angin yang terpantau di barat Sumatera, Kalimantan Utara, dan sekitar Papua menambah dinamika atmosfer. Angin timuran yang masih mendominasi Jawa hingga Bali memperkuat tekanan di selatan DIY.

“Kombinasi faktor ini memicu tingginya gelombang. Ditambah lagi, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 4 Indian Ocean ikut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” papar Warjono.

Cuaca DIY: Hujan Lokal, Petir, dan Angin Kencang

BMKG tidak hanya memantau laut, tetapi juga menyoroti kondisi cuaca di daratan DIY. Profil vertikal kelembaban udara di wilayah ini menunjukkan kondisi basah di lapisan bawah dengan kelembaban 40–90 persen, namun relatif kering di lapisan atas dengan kelembaban 30–70 persen. Ketidakstabilan ini membuka peluang hujan bersifat lokal, terutama pada siang hingga sore hari.

Warjono menjelaskan secara rinci prakiraan cuaca DIY selama tiga hari ke depan:

  • 28 Agustus 2025: Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara dan tengah, Kulon Progo utara–selatan, Bantul selatan, dan Gunungkidul utara. Hujan bisa disertai kilat dan angin kencang. Gelombang laut diprediksi mencapai 2,5–4,0 meter.
  • 29 Agustus 2025: Hujan ringan–sedang masih berpeluang di Sleman utara–tengah, Kulon Progo utara, dan Gunungkidul utara. Potensi petir dan angin kencang tetap ada. Gelombang laut tetap tinggi, 2,5–4,0 meter.
  • 30 Agustus 2025: Hujan cenderung lebih ringan, berpotensi turun di Sleman, Kulon Progo utara, dan Gunungkidul utara. Gelombang tinggi masih bertahan dengan kisaran 2,5–4,0 meter.

BMKG Ingatkan Bahaya di Laut dan Pesisir

Gelombang tinggi selama tiga hari ke depan jelas menjadi ancaman nyata. BMKG mengingatkan nelayan kecil agar tidak memaksakan diri melaut dengan kapal berukuran kecil.

Aktivitas wisata air seperti berenang, memancing di karang, atau berperahu di kawasan pantai selatan DIY juga dinilai berisiko tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Jangan sekali-kali mengabaikan peringatan ini, karena keselamatan jauh lebih penting,” ujar Warjono menegaskan.

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/03/Peringatan-Dini-Gelombang-Tinggi-di-Perairan-Jawa-Timur-Masyarakat-Diminta-Waspada.jpg
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door