10 Kalurahan di Bantul Resmi Sandang Rintisan Budaya, Tonggak Baru Pelestarian Tradisi Lokal

10 Kalurahan di Bantul Resmi Sandang Rintisan Budaya, Tonggak Baru Pelestarian Tradisi Lokal
Penyerahan SK Rintisan Kalurahan Budaya di Bantul. (Dok Pemkab Bantul)

KABARJAWA – Kabupaten Bantul kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan budaya lokal.

Sebanyak 10 kalurahan resmi menyandang status Rintisan Kalurahan Budaya setelah melalui proses panjang verifikasi yang ketat.

Penetapan ini menjadi tonggak baru dalam upaya melestarikan tradisi sekaligus menguatkan jati diri masyarakat Bantul sebagai daerah yang kaya warisan leluhur.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menegaskan bahwa penetapan status rintisan tidak dilakukan secara sembarangan.

Ia mengungkapkan, sebelum sebuah kalurahan menerima Surat Keputusan Rintisan Kalurahan Budaya, tim independen dari unsur akademisi, budayawan, praktisi, hingga seniman telah melakukan verifikasi mendalam.

“Kami tidak asal memberi predikat. Kami menurunkan tim independen untuk menilai kesiapan setiap kalurahan. Setelah verifikasi, barulah kami menetapkan 10 kalurahan yang benar-benar layak menyandang status Rintisan Budaya,” tegas Yanatun saat menyerahkan SK di Aula Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Bantul, Rabu (27/8/2025).

Adapun 10 kalurahan yang kini resmi menyandang predikat Rintisan Kalurahan Budaya yakni:

  • Kalurahan Sumbermulyo
  • Kalurahan Terong
  • Kalurahan Imogiri
  • Kalurahan Donotirto
  • Kalurahan Tirtohargo
  • Kalurahan Karangtalun
  • Kalurahan Bangunharjo
  • Kalurahan Potorono
  • Kalurahan Sumberagung
  • Kalurahan Triharjo

Harapan untuk Pelestarian Tradisi

Yanatun menaruh harapan besar pada status baru tersebut. Ia menyebut penetapan Rintisan Kalurahan Budaya bukan sekadar gelar, melainkan awal perjuangan panjang untuk menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan kembali tradisi lokal.

“Kami ingin masyarakat semakin bersemangat melestarikan budaya, memperkuat kelembagaan, serta mengelola potensi budaya di tingkat kalurahan. Semangat ini harus terus menyala agar Bantul semakin kokoh sebagai pusat kebudayaan,” tegasnya.

Imogiri Jadi Gerbang Budaya

Sementara itu, Panewu Imogiri, Slamet Santosa, mengungkapkan rasa syukur karena dua kalurahan di wilayahnya, yaitu Imogiri dan Karangtalun, berhasil menyandang status Rintisan Kalurahan Budaya pada tahun 2025 ini.

“Kami sangat bersyukur. Imogiri sejak lama dikenal sebagai gerbang budaya. Dengan adanya dua kalurahan yang baru ditetapkan, berarti dari delapan kalurahan yang ada, hampir semuanya sudah berstatus Kalurahan Budaya, minimal rintisan,” ujarnya.

Namun demikian, Slamet tidak menutup mata bahwa masih ada satu kalurahan di wilayahnya yang belum menyandang status tersebut, yakni Kalurahan Kebonagung.

Menurutnya, Kebonagung sudah mendaftar, tetapi belum lolos lantaran ada administrasi yang belum lengkap.

“Kami tetap mendukung penuh. Kebonagung tinggal melengkapi administrasi agar segera menyusul. Kami dari Kapanewon siap mendorong semua kalurahan untuk naik status budaya,” tandas Slamet.

Slamet menambahkan, kalurahan yang berhasil menyandang status Rintisan Budaya tidak hanya mendapatkan pengakuan simbolis.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitas berupa alokasi gamelan kuningan serta program pendampingan berkelanjutan.

“Kalurahan Rintisan Budaya tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah memberikan dukungan nyata berupa gamelan kuningan sebagai instrumen seni sekaligus identitas budaya. Selain itu, mereka akan mendapatkan program pendampingan agar semakin matang menuju status Kalurahan Budaya penuh,” ujarnya.

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_20250827_171524_606.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door