
KABARJAWA – Ombak Pantai Sadeng yang setiap hari jadi saksi perjuangan nelayan, sebentar lagi akan menyambut perubahan besar.
Pemerintah menyiapkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dengan pagu anggaran fantastis, sekitar Rp22 miliar.
Proyek ambisius ini digadang-gadang bakal mengubah wajah pesisir Gunungkidul sekaligus mengangkat martabat ratusan nelayan yang bertahun-tahun menggantungkan hidup dari laut selatan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi, menegaskan pemerintah pusat sudah menetapkan angka pagu Rp22 miliar untuk pembangunan kampung nelayan modern tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa nominal tersebut masih bisa menyesuaikan hasil rilis resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Angkanya memang mencapai Rp22 miliar, tapi itu pagu maksimal. Realisasi di tiap daerah penerima program akan ditentukan langsung oleh KKP,” ungkap Wahid, Rabu (27/8/2025).
Proyek prestisius ini belum bisa dimulai karena pemerintah daerah masih mengajukan izin ke Gubernur DIY. Alasannya, lahan yang dipakai untuk pembangunan menggunakan tanah kas desa.
Pemerintah ingin memastikan semua persoalan agraria rampung sebelum alat berat benar-benar turun ke lokasi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengingatkan agar pemerintah desa, koperasi, dan para pihak tidak main-main dalam urusan lahan.
Ia menegaskan jangan sampai proyek raksasa itu tersandera masalah kepemilikan tanah.
“Persiapan harus clear dulu, apakah tanah kas desa, Sultan Ground, atau tanah pertanian. Jangan sampai pembangunan berhenti di tengah jalan gara-gara masalah status lahan,” tegas Endah.
Sentra Ekonomi Baru di Selatan Gunungkidul
Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berdiri sebagai simbol, tetapi juga dirancang sebagai sentra ekonomi baru di kawasan Pantai Sadeng.
Pemerintah menyiapkan sejumlah unit usaha yang langsung menyentuh kebutuhan nelayan.
Wahid membeberkan beberapa fasilitas yang akan dibangun.
Mulai dari pabrik es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan, sentra kuliner yang akan memanjakan wisatawan, balai nelayan sebagai ruang koordinasi, gudang perbekalan, hingga bengkel kapal yang selama ini sangat dibutuhkan nelayan Sadeng.
“Harapannya, koperasi Merah Putih bersama pelaku usaha lokal bisa mengelola semua unit ini. Dengan begitu, pemasaran dan pengelolaan bisa berjalan profesional sekaligus berdaya saing,” jelas Wahid.
Harapan Nelayan Pantai Sadeng
Pantai Sadeng saat ini tercatat menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan terbesar di Gunungkidul. Setidaknya ada 200 nelayan aktif yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan.
Mereka berharap proyek ini bisa membawa perubahan nyata, bukan sekadar bangunan megah yang dibiarkan mangkrak.
Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, nelayan berharap harga ikan bisa stabil, fasilitas lebih modern, dan pemasaran hasil tangkapan lebih luas.
Tidak sedikit yang bermimpi kawasan itu bisa menjadi ikon wisata bahari baru di Gunungkidul.
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/08/pantai-sadeng.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door

