Satu Kali Awan Panas Luncur, Kubah Lava Gunung Merapi Terus Membengkak Sepanjang Pekan Ini

Satu Kali Awan Panas Luncur, Kubah Lava Gunung Merapi Terus Membengkak Sepanjang Pekan Ini
Kubah Lava Merapi/Foto Ilustrasi: Freepik

KabarJawa.com– Sepanjang periode pengamatan 12–18 September 2025, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer ke arah Kali Krasak dan Kali Sat/Putih.

Kubah lava juga terus bertambah volumenya, menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dan berstatus Siaga.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa meski hanya sekali awan panas muncul dalam sepekan, namun catatan visual, kegempaan, hingga analisis udara menunjukkan suplai magma masih berlangsung.

Kubah Lava

“Suplai magma terus bergerak ke permukaan. Kubah lava terus membesar. Hal itu berpotensi memicu awan panas guguran kapan saja,” ujarnya.

Setiap hari, mata pengamat mencatat bagaimana Merapi menghembuskan asap putih tipis hingga tebal dengan ketinggian 25–100 meter.

Laporan mencatat, sebanyak 11 kali guguran lava meluncur ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 2.000 meter, 36 kali ke arah hulu Kali Krasak, dan 62 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur serupa.

Foto udara terbaru memperlihatkan betapa Kubah Barat Daya mengalami perubahan signifikan. Volume kubah kini mencapai 4.179.900 meter kubik, sementara Kubah Tengah masih bertahan di angka 2.368.800 meter kubik.

Analisis kamera pemantau Deles5 dan Babadan2 juga menunjukkan adanya perubahan morfologi di kubah barat daya akibat aktivitas guguran.

“Setiap perubahan volume kubah adalah alarm alami. Kubah yang terus membesar ibarat wadah air yang kian penuh. Kapan pun, ia bisa runtuh dan meluncurkan awan panas yang sangat berbahaya,” jelas Agus Budi.

Sepanjang sepekan pengamatan, jaringan seismik merekam 568 gempa Fase Banyak (MP), 27 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2 gempa Low Frequency (LF), serta 570 gempa Guguran (RF). Satu gempa Awan Panas Guguran juga tercatat, bersama 12 gempa Tektonik (TT).

Bahaya Lahar

Pada 16 September 2025, hujan deras mengguyur kawasan Kaliurang dengan intensitas 11 mm/jam selama hampir dua jam. Namun, hingga kini tidak ada laporan aliran lahar di sungai-sungai berhulu Merapi. BPPTKG tetap meminta warga waspada.

“Bahaya lahar bisa muncul tiba-tiba, terutama ketika hujan deras turun di puncak. Material guguran di lereng Merapi bisa tersapu air dan berubah jadi banjir lahar yang menghancurkan apa pun di jalurnya,” tegas Agus Budi.

BPPTKG memperingatkan, potensi bahaya paling besar mengintai sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 kilometer. Di sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

“Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif diperkirakan bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” jelasnya.

Agus Budi menegaskan agar pemerintah daerah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten terus meningkatkan mitigasi. Persiapan jalur evakuasi dan edukasi masyarakat harus berjalan tanpa jeda.

“Gunung Merapi tidak pernah benar-benar diam. Kami ingatkan, jangan sekali-kali meremehkan peringatan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” tutup Agus Budi. (ef linangkung)

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/09/2151742348.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door