Presiden Prabowo Minta Anak Sekolah Tidak Lagi Dijajar di Pinggir Jalan, “Saya Terharu, tetapi Saya Kasihan”

Presiden Prabowo Minta Anak Sekolah Tidak Lagi Dijajar di Pinggir Jalan, “Saya Terharu, tetapi Saya Kasihan”
Presiden Prabowo dalam Peresmian Jembatan Kabanaran/Foto: Pemkab Kulon Progo

KabarJawa.com– Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik ketika ia menyampaikan permintaan yang jarang terdengar dari seorang kepala negara.

Dalam kunjungan kerjanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Prabowo mengungkapkan rasa haru sekaligus rasa kasihan ketika melihat banyak anak sekolah yang berdiri berjajar di pinggir jalan untuk menyambut kedatangannya.

Momen itu terjadi sesaat setelah Presiden mendarat dan bergerak menuju lokasi kegiatan. Barisan anak-anak sekolah berjajar sambil melambai-lambaikan tangan, memamerkan senyum antusias yang membuat Prabowo menghentikan langkah sejenak.

Ia menatap mereka dengan kagum, tetapi raut wajahnya berubah lembut ketika ia mulai menyampaikan kegelisahannya.

Presiden Prabowo Tidak Ingin Anak-Anak Kepanasan

Presiden Prabowo membuka pernyataannya dengan ucapan terima kasih yang hangat. Ia mengaku selalu merasa senang ketika melihat masyarakat, terlebih anak-anak, berdiri di pinggir jalan untuk menyambutnya.

Ia mengatakan bahwa energi dari wajah-wajah polos itu membuat dirinya semakin bersemangat dan merasa lebih muda.

Namun, rasa kagum itu berubah menjadi kekhawatiran. Prabowo melihat anak-anak berdiri terlalu lama di bawah terik matahari. Ia pun menyampaikan rasa kasihan yang muncul dalam hatinya.

“Saya terima kasih atas sambutan rakyat dan anak-anak sekolah. Saya sangat terkesan, tetapi saya kasihan juga karena mereka berdiri lama,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan belajar anak-anak jauh lebih penting dibanding menyambut kedatangan dirinya di pinggir jalan.

Prabowo menegaskan bahwa ia tidak ingin kedatangannya mengganggu jam belajar. Ia meminta para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, untuk tidak lagi mengerahkan murid-murid ke jalan.

“Saya mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka tetap belajar di kelas,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan bahwa jika ia ingin menyapa mereka, ia memilih untuk datang langsung ke ruang kelas. Dengan begitu, ia bisa berinteraksi tanpa membuat mereka berpanas-panas atau menunggu lama.

Prabowo mengakui bahwa dalam banyak kesempatan, konvoi kendaraan presiden bergerak cepat sehingga ia tidak sempat berhenti menyapa anak-anak dengan layak.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa semakin tidak enak jika mereka menunggu terlalu lama.

Prabowo Menyampaikan Kekaguman pada Yogyakarta

Di tengah penyampaiannya, Prabowo juga memuji keindahan Yogyakarta dan keramahan warganya.

Ia mengatakan bahwa ia selalu merasa terkesan oleh budaya, desain arsitektur, dan nilai-nilai yang terjaga di tanah istimewa tersebut.

Ia menambahkan candaan kecil saat menyapa Sri Sultan Hamengku Buwono X. Prabowo menyebut bahwa sang Sultan tampak semakin muda, bahkan sempat mengira Sultan adalah seorang kapten dalam pasukan khusus. Candaan itu memecah suasana dan disambut tawa hadirin.

Menutup pernyataannya, Prabowo kembali menegaskan harapannya agar anak-anak sekolah tidak lagi dikerahkan ke pinggir jalan untuk menyambut dirinya.

Ia menyampaikan salam hormat kepada seluruh masyarakat Yogyakarta dan berharap kunjungan berikutnya dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas anak-anak.

“Saya sangat terkesan dengan sambutan ini. Namun, saya berharap anak-anak tetap berada di sekolah. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai rakyat Yogyakarta,” ucap Prabowo. (ef linangkung)

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/11/6120588500479445802.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door