Megawati Berkunjung ke Wanagama, Nostalgia saat Pertama Luncurkan Program Penghijauan di Hutan UGM

Megawati Berkunjung ke Wanagama, Nostalgia saat Pertama Luncurkan Program Penghijauan di Hutan UGM
Megawati Berkunjung ke Wanagama/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Megawati Soekarnoputri kembali mengunjungi di Hutan Pendidikan Wanagama UGM, Gunungkidul.

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh nostalgia, karena dua dekade silam, Presiden kelima Republik Indonesia itu memulai program penghijauan dari lokasi yang sama.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendampingi Megawati selama dua hari perjalanan di Yogyakarta.

Megawati Berkunjung ke Wanagama

Ia menegaskan bahwa kunjungan Megawati ke Wanagama bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan penuh makna yang sarat akan nilai sejarah, politik, sekaligus kecintaan terhadap lingkungan.

“Ibu Megawati sudah menempatkan Gunungkidul sebagai prioritas sejak tahun 2005. Saat itu beliau datang sebagai Presiden dan meluncurkan program gerakan penghijauan jalur selatan Pulau Jawa. Gunungkidul yang dulu identik dengan daerah gersang, kini telah berubah menjadi kawasan hijau dengan sumber daya alam yang semakin melimpah,” ujar Hasto di sela kunjungan.

Sepanjang perjalanan, Megawati terlihat bernostalgia. Ia mengingat bagaimana Gunungkidul yang dahulu rawan kekeringan kini menjelma menjadi daerah yang memiliki potensi besar, baik dari sektor hutan maupun laut.

Transformasi tersebut tidak terlepas dari program penghijauan yang ia dorong secara konsisten sejak menjabat sebagai Presiden.

Hasto menuturkan, Megawati menekankan bahwa cinta lingkungan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya.

“Ibu Mega melihat Gunungkidul sebagai contoh nyata bagaimana gerakan penghijauan mampu mengubah wajah daerah dan memperkuat daya hidup masyarakat,” jelasnya.

Kunjungan Megawati juga menyoroti peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang hadir di Gunungkidul. Menurut Hasto, BRIN membawa semangat riset untuk rakyat dan inovasi untuk rakyat.

Berbagai hasil pangan lokal, termasuk makanan tradisional seperti tengkleng, kini dapat diteliti dan diawetkan melalui teknologi tepat guna.

“BRIN menghadirkan riset yang aplikatif. Teknologi tepat guna memungkinkan kekayaan kuliner rakyat kita tetap lestari, bahkan bisa dipasarkan lebih luas. Ini bentuk nyata bahwa riset harus menyentuh kebutuhan rakyat,” tambah Hasto.

Dari Wanagama, Hasto Bicara Politik yang Membumi

Sebagai alumni Fakultas Teknik UGM, Hasto juga merasakan nostalgia tersendiri ketika kembali ke Wanagama. Ia menyebut lokasi tersebut dulu menjadi tempat penggemblengan mahasiswa.

Kini, ia ingin menghadirkan watak politik yang membumi, politik yang membangun peradaban dengan mencintai lingkungan.

“Dari sini kita belajar. Politik tidak boleh lepas dari alam. Menanam pohon, membersihkan sungai, dan membangun circular economy adalah langkah nyata. Partai juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan riset agar bisa memberikan kontribusi besar bagi Indonesia yang berdaulat dan berdikari di bidang ekonomi,” tegas Hasto.

Hasto menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan telah lama menjadi kultur PDI Perjuangan. Ia menyebut partai telah merilis buku Gerakan Merawat Pertiwi yang berisi praktik langsung bagaimana kader meneladani kepemimpinan Megawati.

“Dalam ulang tahun partai, kami terbiasa membersihkan sungai. Setiap kepala daerah wajib membuat pusat pengembangan kekayaan hayati, semacam kebun raya. Sungai harus menjadi halaman depan kita, karena sungai adalah jalan peradaban,” papar Hasto.

Ia menambahkan, bahkan hal-hal sederhana seperti menggunakan kembali botol plastik untuk wadah benih pohon telah menjadi tradisi partai.

Semua langkah kecil tersebut bermuara pada visi besar: menjaga lingkungan sebagai bagian dari perjuangan politik yang berakar pada rakyat.

Kunjungan Megawati ke Wanagama pada akhirnya menjadi simbol komitmen panjangnya dalam merawat lingkungan.

Ia tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga meneguhkan pesan bahwa politik harus berorientasi pada kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Hasto menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa jejak Megawati di Wanagama akan terus menjadi inspirasi.

“Gerakan penghijauan yang dimulai Ibu Megawati terbukti mengubah wajah Gunungkidul. Kini tugas kita melanjutkan perjuangan itu dengan riset, inovasi, dan komitmen menjaga bumi pertiwi,” pungkasnya. (ef linangkung)

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/10/photo_6264512425067923743_y.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door