
KABARJAWA – Sorak semangat menggema di Limasan Ora Wutuh Ampuh, Siyono, Playen, pada Sabtu (16/8). Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, secara resmi melepas kontingen Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) IV DIY 2025.
Ketua Umum NPC Gunungkidul, Untung Subagyo, memaparkan bahwa persiapan telah berjalan sejak Januari melalui pemusatan latihan kabupaten (pelatkab).
Dari 60 atlet awal, seleksi ketat menyisakan 59 atlet yang lolos klasifikasi. Namun, satu atlet bulutangkis harus terhenti karena tidak mendapatkan lawan saat entry by name.
“Dengan demikian, kontingen Gunungkidul menurunkan 58 atlet terbaik untuk bertanding. Kami menargetkan minimal 15 medali emas, dan tentu kami berharap bisa melampauinya,” tegas Untung.
Ia menambahkan, Gunungkidul bukan hanya mengirim atlet, tetapi juga mengusung semangat besar melalui tema Taklukkan Tantangan, Raih Kesetaraan.
Tema ini, menurutnya, merepresentasikan keberanian atlet disabilitas dalam menghadapi segala rintangan, sekaligus mengajak masyarakat lebih menghargai kesetaraan dalam olahraga.
Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan bahwa atlet disabilitas adalah pejuang sejati.Mereka membuktikan bahwa kekuatan sesungguhnya tidak terletak pada kesempurnaan fisik, melainkan pada semangat juang dan kemauan.
“Bertandinglah dengan hati. Junjung tinggi sportivitas. Bawalah nama Gunungkidul dengan penuh kebanggaan. Pemerintah daerah berdiri di belakang kalian, mendukung, sekaligus mendoakan agar kalian kembali membawa kabar kemenangan,” ujar Joko Parwoto.
Wabup Joko Parwoto menekankan bahwa keikutsertaan kontingen Gunungkidul tidak hanya soal mengejar medali. Namun, ini juga menunjukkan semangat pantang menyerah untuk mengharumkan nama daerah.
“Kalian adalah duta kebanggaan Gunungkidul. Kemenangan memang tujuan, tetapi lebih dari itu, perjuangan kalian adalah inspirasi bagi seluruh masyarakat. Setiap keringat latihan yang kalian jalani membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi mimpi besar,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pelatih yang dengan sabar membentuk kemampuan teknis sekaligus membangun mental juara bagi para atlet disabilitas. Menurutnya, tanpa tangan dingin pelatih, semangat juang para atlet tidak akan terarah. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/08/photo_6127367264538839262_y.webp
