
Yogyakarta, KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menerima kunjungan dari siswa dan guru SMA Pangudi Luhur Sedayu pada Rabu (15/07/2026). Kunjungan ini diikuti oleh 137 peserta, yang meliputi 129 siswa dan 8 guru beserta karyawan.
Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si., Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY menyambut langsung siswa-siswi serta jajaran guru SMA Pangudi Luhur Sedayu.
Dalam sambutannya ia mengajak mereka untuk mulai merancang masa depan sejak dini, terlebih dalam menghadapi tantangan global dan persaingan dengan tenaga kerja asing.
“Dalam menentukan perguruan tinggi, jangan sekadar mengikuti pilihan orang lain. Pilihlah bidang ilmu yang memiliki prospek di masa depan agar mampu menjadi pemimpin,” katanya.
Agus menambahkan dalam sebuah kompetisi hanya ada dua hasil, yaitu menang dan kalah.
“Sebab, dalam sebuah kompetisi hanya ada dua hasil, yaitu the winner dan the loser. Jadilah the winner yang menjadi part of the solution, bukan part of the problem,” ujarnya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari kedua institusi serta ice breaking dan pemaparan profil UAJY.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa UAJY yang juga merupakan alumni SMA Pangudi Luhur Sedayu, Gwen Aurora turut memberikan kesan selama berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Menurutnya, berkuliah di UAJY sangat memudahkannya karena semua sistem pembelajaran berbasis teknologi.
“Saya merasa sangat terbantu dengan sistem pembelajaran di Atma Jaya yang sudah berbasis teknologi. Semua kebutuhan kuliah, mulai dari melihat materi, mengumpulkan tugas, hingga mendapatkan informasi perkuliahan, bisa diakses dengan mudah melalui situs pembelajaran kampus,” kata Gwen yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2025.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan campus tour ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Kampus IV) serta Fakultas Teknobiologi (Kampus II).
Selama kunjungan, para siswa diperkenalkan dengan suasana perkuliahan, fasilitas penunjang akademik, serta berbagai laboratorium yang dimiliki UAJY, termasuk penjelasan mengenai fungsi dan penggunaan peralatan laboratorium.
Melalui kegiatan ini, UAJY berharap para siswa mendapatkan wawasan baru yang dapat menjadi bekal dalam memilih dan mempersiapkan masa depan pendidikan mereka.
Drs. Markoes Padmonegoro, perwakilan guru pendamping dari SMA Pangudi Luhur Sedayu menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dari UAJY dan telah memberikan ruang untuk siswa-siswinya berkunjung.
Ia berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan para siswa mengenai dunia perguruan tinggi.
“Semoga melalui kunjungan ini, anak-anak dapat memperoleh gambaran yang lebih luas tentang dunia perguruan tinggi, sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan ke depan,” ujarnya.***
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-17-at-10.17.28.webp
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
