Telaga Pengilon Dieng: Cermin Alam yang Menyimpan Kedamaian – About Semarang

Telaga Pengilon Dieng: Cermin Alam yang Menyimpan Kedamaian - About Semarang

ABOUT SEMARANG – Kalau kamu sedang mencari tempat yang tenang, alami, dan penuh cerita, Telaga Pengilon di Dieng bisa jadi jawabannya.

Telaga ini letaknya berdampingan dengan Telaga Warna, tapi punya karakteristik dan pesonanya sendiri.

Namanya “Pengilon” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “cermin”.

Dan memang benar, air di telaga ini begitu jernih dan tenang, hingga permukaan airnya bisa memantulkan bayanganmu sejelas cermin.

Berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, telaga ini jadi tempat yang cocok banget buat kamu yang ingin healing dari hiruk-pikuk kota.

Keindahan yang Tenang, Tapi Dalam

Berbeda dari Telaga Warna yang penuh warna dan kemisteriusan, Telaga Pengilon memikat dengan kesederhanaan dan kejernihannya.

Airnya tidak berwarna-warni, namun bening, tenang, dan membawa ketentraman.

Sekeliling telaga dihiasi dengan pepohonan, bukit hijau, serta suara burung yang membuat suasana makin syahdu.

Kamu bisa berjalan menyusuri jalur trekking alami, duduk di bawah pohon sambil menyeruput kopi dari warung lokal, atau sekadar diam dan menikmati pantulan langit di permukaan airnya.

Telaga Pengilon berada di Kompleks Wisata Telaga Warna tepatnya di Desa Wisata Dieng Kulon, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Jadi kamu bisa sekalian mengunjungi dua telaga dalam satu perjalanan. Dari area parkir utama, kamu tinggal berjalan kaki sekitar 10-15 menit.

Konon, Telaga Pengilon adalah tempat orang zaman dulu berkaca untuk melihat isi hati dan jiwa.

Mereka percaya bahwa siapa pun yang melihat pantulan wajahnya di sini bisa melihat kejujuran dalam dirinya.

Tak hanya itu, masyarakat setempat juga percaya bahwa telaga ini punya energi spiritual, dan kadang digunakan untuk ritual tertentu, terutama saat perayaan budaya atau ruwatan anak gimbal.

Telaga Pengilon bukan hanya sekadar danau jernih. Ia adalah tempat yang bisa membuatmu merefleksi, mengingat, dan mungkin menyadari bahwa ketenangan itu bukan dicari, tapi dirasakan.

Kalau kamu lagi lelah dengan keramaian, datanglah ke Telaga Pengilon. Biarkan wajahmu terpantul di permukaannya, dan siapa tahu… kamu bisa bertemu kembali dengan dirimu sendiri.***

https://aboutsemarang.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-20-at-07.25.42_a77e1444.webp