Meta Youth Development for Climate Tech: Bupati Kulon Progo Tekankan Pentingnya Membangun Kapasitas Generasi Muda Hadapi Krisis Iklim

Meta Youth Development for Climate Tech: Bupati Kulon Progo Tekankan Pentingnya Membangun Kapasitas Generasi Muda Hadapi Krisis Iklim
Pembukaan Program Meta Youth Development for Climate Tech/Foto: Pemkab Kulon progo

KABARJAWA – Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, ST., M.Sc., M.M. resmi membuka Program Meta Youth Development for Climate Tech (YDCT) pada Senin (21/7) di Auditorium Bonaventura, Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Kehadiran beliau menegaskan pentingnya membangun kapasitas generasi muda dalam menghadapi krisis iklim yang semakin mengancam bumi.

Meta Platforms Inc. dan Sustainable Living Lab (SL2) meluncurkan program Meta YDCT sebagai kolaborasi global yang bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan kecerdasan artifisial (AI) untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dukungan terhadap Program Meta Youth Development for Climate Tech

Program ini mengguncang kesadaran publik tentang bagaimana teknologi dapat menjadi senjata pamungkas melawan ancaman lingkungan hidup.

Bupati Kulon Progo menegaskan bahwa generasi muda harus mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi krisis iklim.

Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap program ini sekaligus memperkuat rencana kerja sama antara SL2, UAJY, dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memanfaatkan data kebencanaan dan pemantauan iklim untuk menciptakan solusi berbasis teknologi.

Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., juga menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan program ini.

Ia menekankan bahwa perubahan iklim telah menjadi isu global yang tidak bisa diabaikan karena kondisi bumi yang semakin memburuk.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan harus dimanfaatkan demi kesejahteraan bangsa dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Program Meta YDCT tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, melainkan juga berjalan paralel di Singapura dan India.

Meta dan SL2 mendesain inisiatif lintas negara ini untuk menciptakan kolaborasi global antar mahasiswa, agar mereka memahami tantangan iklim dari berbagai perspektif dan mampu merancang solusi kontekstual serta aplikatif.

SL2 dan Meta menyiapkan sembilan dosen UAJY sebagai trainer program Meta YDCT. Para trainer tersebut adalah sebagai berikut.

  • Dr. Benyamin Langgu Sinaga
  • Dr. Theresia Devi Indriasari
  • Martinus Maslim, S.T., M.T.
  • Fedelis Brian Putra Prakasa, S.T., M.Kom.
  • Aloysius Gonzaga Pradnya S., S.T., M.Eng.
  • Vinindita Citrayasa, S.Pd., M.Hum.
  • Dr. Yohanes Sigit Purnomo Wuryo Putro
  • Kusworo Anindito, S.T., M.T.
  • Joanna Ardhyanti Mita N., S.Kom., M.Kom

Para dosen trainer tersebut akan melatih mahasiswa pada tahap awal pelaksanaan program dengan materi dasar Generative AI (GenAI), eksplorasi isu iklim lokal, serta pengembangan solusi AI untuk permasalahan lingkungan seperti banjir, gelombang panas ekstrem, dan polusi udara.

SL2 menyiapkan tahapan pelatihan ini secara matang agar para mahasiswa dapat memahami urgensi perubahan iklim dengan pendekatan berbasis teknologi.

Program Lanjutan

Program akan berlanjut dengan pertukaran virtual pada September 2025. Mahasiswa Indonesia akan berkolaborasi dengan mahasiswa dari Singapura dan India untuk saling bertukar wawasan dan pengalaman.

Mereka juga akan berdialog dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil, agar pemahaman mereka tentang tantangan iklim semakin tajam dan terarah.

Setelah itu, peserta akan memasuki fase pengembangan purwarupa pada Oktober 2025. Para mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari mentor teknologi dan keberlanjutan untuk menciptakan inovasi nyata dalam menghadapi krisis iklim.

Program akan mencapai puncaknya pada Februari 2026 melalui Final Showcase, di mana mahasiswa akan mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan pemangku kepentingan nasional dan regional.

Country Manager SL2 Indonesia, Janio Nugraha, menegaskan bahwa Meta YDCT menjadi langkah kecil namun penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan.

Ia merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan UAJY dan berharap kerja sama ini juga dapat diperluas dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

“Kami yakin inisiatif ini akan melahirkan solusi nyata untuk adaptasi perubahan iklim dari kampus ke masyarakat,” tegas Janio dengan penuh semangat.

Meta dan SL2 berharap semangat inovasi melalui program ini dapat menyebar ke kota-kota lain di Indonesia. Mereka menargetkan program ini mampu memperluas jangkauan dampak dan memperkuat ketangguhan iklim di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan program Meta Youth Development for Climate Tech, Indonesia menegaskan posisinya sebagai bagian dari gerakan global untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing teknologi, dan siap melindungi bumi dari ancaman perubahan iklim. (ef linangkung)

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/07/photo_6339161950264609506_y.webp