
KabarJawa.com– Tradisi bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) saat Idul Fitri memang sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
Kebiasaan yang juga dikenal dengan sebutan “salam tempel” ini biasanya dilakukan saat keluarga besar berkumpul untuk bersilaturahmi pada hari Lebaran.
Bagi anak-anak, momen tersebut pun menjadi salah satu hal yang paling ditunggu. Bukan tanpa alasan, biasanya mereka bakal mendapatkan uang saku tambahan dari THR yang diberikan paman, bibi, atau kakek dan neneknya.
Namun bagi orang dewasa, terutama yang baru bekerja atau baru membangun keluarga, menentukan besaran THR yang tepat sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Jika memberikannya terlalu kecil terkadang menimbulkan rasa kurang enak, sementara jika terlalu besar, pengeluaran bisa membengkak terutama bila jumlah keponakan cukup banyak.
Karena itu, kisaran nominal yang wajar menjadi poin penting agar seseorang tetap bisa berbagi tanpa perlu memberatkan kondisi keuangannya.
Lantas, berapa sebenarnya nominal THR yang ideal untuk anak-anak pada Lebaran tahun ini? Berdasarkan informasi yang dihimpunKabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Kisaran Nominal THR Idul Fitri 2026 Anak Berdasarkan Usia
Salah satu cara yang cukup umum digunakan dalam menentukan jumlah THR adalah menyesuaikannya dengan usia anak.
Pendekatan ini dinilai lebih rasional karena kebutuhan serta pemahaman anak terhadap uang juga berbeda di setiap jenjang usia.
Berikut kisaran nominal THR yang dianggap wajar untuk Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Balita dan Anak TK (Usia 0-5 Tahun)
Untuk anak yang masih balita hingga usia taman kanak-kanak, nominal THR umumnya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000.
Pada usia tersebut, anak-anak sebenarnya belum memahami nilai uang secara penuh. Biasanya uang THR yang diterima akan dipegang oleh orang tua mereka atau digunakan untuk membeli jajanan serta mainan.
Anak SD (Usia 6-12 Tahun)
Anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar biasanya mulai mengenal konsep uang, termasuk jajan dan menabung. Oleh karena itu, nominal THR yang diberikan biasanya sedikit lebih besar.
Kisaran uang THR yang lazim diberikan untuk kelompok usia ini berada di angka Rp20.000 hingga Rp50.000. Jumlah tersebut cukup untuk mereka kumpulkan sebagai tabungan atau digunakan membeli mainan maupun perlengkapan sekolah.
Anak SMP hingga SMA (Usia 13-18 Tahun)
Untuk anak remaja yang sudah duduk di bangku SMP hingga SMA, kebutuhan mereka biasanya lebih beragam. Selain untuk jajan, uang THR sering digunakan untuk membeli kuota internet, berkumpul bersama teman, atau menabung untuk hobi tertentu.
Karena itu, nominal THR yang diberikan umumnya lebih besar, yaitu sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 atau bahkan lebih, tergantung kemampuan si pemberi.
Jumlah THR Lebaran 2026 Anak-anak Berdasarkan Kedekatan Keluarga
Selain usia anak, faktor kedekatan hubungan keluarga juga sering menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran THR.
Tidak semua anak yang datang bersilaturahmi memiliki tingkat kedekatan yang sama. Oleh sebab itu, banyak orang menyesuaikan nominal THR berdasarkan hubungan kekerabatan.
Keponakan Dekat atau Keluarga Inti
Untuk keponakan kandung atau sepupu yang sering bertemu dan memiliki hubungan dekat, nominal THR yang diberikan biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000.
Nominal seperti ini sering dipandang sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang lebih dekat.
Kerabat Jauh atau Anak Tetangga
Ketika ada kerabat jauh atau tetangga yang datang bersilaturahmi bersama anak-anak mereka, nominal THR yang diberikan biasanya lebih sederhana.
Sebagian orang memilih memberikan uang sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 sebagai simbol berbagi kebahagiaan Lebaran tanpa harus menguras anggaran pribadi.
Tips agar THR yang Diberikan Lebih Berkesan
Memberikan THR kepada anak-anak tidak hanya soal nominal. Ada beberapa hal sederhana yang dapat membuat momen tersebut terasa lebih menyenangkan sekaligus tetap tertata dengan baik.
Pastikan Ingat Nominal Tahun Sebelumnya
Salah satu tips yang sering dilakukan adalah mengingat kembali jumlah THR yang diberikan pada tahun sebelumnya.
Ada aturan tidak tertulis yang sering diikuti banyak orang, yaitu menjaga agar nominal tetap sama atau meningkat. Menurunkan jumlah THR dari tahun sebelumnya kadang membuat anak merasa kecewa, terutama jika mereka sudah mengingat besaran yang pernah diterima.
Gunakan Amplop THR yang Menarik
Agar lebih rapi dan sopan, uang THR sebaiknya dimasukkan ke dalam amplop khusus. Amplop dengan desain karakter kartun, motif ketupat, atau ucapan khas Lebaran dapat membuat pemberian terasa lebih istimewa.
Selain itu, penggunaan amplop juga membantu menjaga uang tetap rapi dan tidak mudah tercecer ketika dipegang oleh anak-anak.
Siapkan Uang Baru
Banyak orang juga memilih memberikan uang kertas baru saat Lebaran. Lembaran uang yang masih mulus sering dianggap menambah suasana khas Idul Fitri.
Untuk mendapatkan uang baru, masyarakat biasanya menukarkan uang melalui layanan Kas Keliling resmi dari Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Layanan penukaran uang tersebut umumnya mulai tersedia sejak pertengahan bulan Ramadhan.
Dengan mempertimbangkan usia anak, kedekatan keluarga, serta kondisi keuangan pribadi, maka momen bagi-bagi THR tersebut bakal tetap menjadi tradisi yang menyenangkan tanpa harus membebani anggaran orang yang memberinya.***
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2026/03/Berapa-Nominal-THR-Anak-anak-2026.webp
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

