Jatim Tertinggi Kasus Super Flu Nasional, Pemprov Diminta Segera Tingkatkan Kewaspadaan

Jatim Tertinggi Kasus Super Flu Nasional, Pemprov Diminta Segera Tingkatkan Kewaspadaan
Ilustrasi kasus Super Flu di Jatim (Pexels// Anna Shvets)

KabarJawa.com – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasca-libur tahun baru, Super Flu kini ramai menjadi bahan perbincangan publik, termasuk warga masyarakat Jawa Timur.

Provinsi Jatim sendiri kini tercatat menjadi wilayah terbanyak nasional dalam jumlah kasus “Super Flu” atau infeksi virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Fakta mengejutkan ini merujuk pada data Kementerian Kesehatan RI hingga akhir Desember 2025 lalu. Dari total 62 kasus yang terdeteksi tersebar di delapan provinsi di Indonesia, Jawa Timur menjadi penyumbang 23 kasus. Kemudian, disusul oleh Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Melihat hal ini, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk tidak memandang remeh situasi ini dan segera mengambil langkah taktis.

Mengapa Jawa Timur Rawan?

Dalam keterangannya pada Senin, 5 Januari 2026, Wara menjelaskan alasan mengapa Jawa Timur menjadi “sarang” penyebaran virus ini.

Menurutnya, Jawa Timur adalah wilayah strategis dengan tingkat mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Banyaknya pintu masuk, mulai dari bandara internasional hingga pelabuhan yang sibuk, membuat risiko masuk dan menyebarnya virus menjadi sangat besar.

“Jawa Timur wilayah strategis. Jika tidak siap, dampaknya bisa meluas,” katanya, dilansirKabarJawa.com pada Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan dini adalah kunci mati untuk mencegah dampak yang lebih luas. Karakteristik “Super Flu” yang menular cepat dengan gejala mirip flu biasa sering kali membuat masyarakat terlena. Padahal, jika terlambat ditangani, dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan.

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Ia pun mendorong Pemprov Jatim untuk segera menetapkan status kewaspadaan dini. Ia menyarankan pembentukan satuan tugas (Satgas) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi data kesehatan antar kabupaten dan kota menjadi harga mati.

Wara menyarankan agar pola penanganan mengacu pada pengalaman saat pandemi COVID-19 lalu, yaitu dengan menyeimbangkan tiga pendekatan utama yakni:

  • Promotif: Mengencangkan kembali edukasi publik tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan memakai masker saat sakit, etika batuk, dan rajin mencuci tangan harus kembali digalakkan.
  • Preventif: Meminta Puskesmas, kader kesehatan, dan Posyandu untuk “jemput bola” memantau gejala flu di titik-titik rawan seperti sekolah, pesantren, dan fasilitas publik yang padat. Ketersediaan logistik medis dan laboratorium juga harus dipastikan aman.
  • Kuratif: Rumah sakit rujukan wajib menyiapkan protokol khusus untuk penanganan influenza berat. Sistem pelaporan cepat kasus Influenza-Like Illness (ILI) harus diperkuat agar lonjakan pasien tidak melumpuhkan layanan kesehatan.

“Lonjakan pasien flu berat bisa melumpuhkan layanan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Siapa yang Paling Rentan Tertular?

Kewaspadaan ini semakin penting mengingat data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan pola penularan yang spesifik.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, sebelumnya menjelaskan bahwa mayoritas kasus “Super Flu” ini menyerang kelompok perempuan dengan proporsi mencapai 64 persen.

Selain itu, kelompok anak-anak juga menjadi korban utama. Tercatat sekitar 35 persen dari total kasus terjadi pada anak usia 1 hingga 10 tahun.

Diminta Siapkan Skenario Terburuk

Situasi di Jawa Timur saat ini disebut membutuhkan respons cepat dan terukur. Pemprov juga diminta menyiapkan skenario terburuk, mulai dari perlindungan layanan publik esensial hingga pengaturan kegiatan massal jika diperlukan.

Menurut Wara, ada berbagai macam hal yang menjadi kunci dalam penanganan kasus Super Flu di wilayahnya.

“Super Flu adalah ancaman nyata. Kuncinya deteksi cepat, komunikasi tepat, dan perlindungan konsisten bagi masyarakat,” kata Wara Renny.***

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2026/01/Kasus-Super-Flu-di-Jatim.webp

[matched_content]
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.