
KABARJAWA — Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kulon Progo yang masih menempati posisi ke-10 se-DIY menjadi sorotan para aktivis muda.
Menyadari pentingnya peran pemuda dalam pembangunan, sekelompok anak muda memprakarsai berdirinya Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP), sebuah inisiatif yang mengedepankan sinergi dan aksi nyata.
RKP didirikan oleh dan untuk pemuda. Ketua RKP, Ivannindra Juan Kesawa, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan menciptakan ruang yang bisa menampung semangat kepemudaan dalam bentuk kegiatan konkret.
Setelah sukses dirintis di Bantul dengan melibatkan ribuan pelajar dan mahasiswa, RKP kini dikembangkan di Kulon Progo.
“Kami sadar bahwa banyak anak muda asal Kulon Progo aktif memimpin organisasi seperti BEM, IMA, dan lainnya di kampus. Tapi begitu mereka pulang, tidak ada wadah untuk meneruskan kontribusi itu. Kami ingin mengubah kondisi itu. Kami ingin membangun ruang yang menyatukan semangat dan keberanian untuk berbuat,” ujar Ivan pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Dalam perjalanannya, RKP Kulon Progo menggandeng organisasi pelajar dan mahasiswa seperti IPNU, IPPNU, IPM, hingga BEM Vokasi UNY. Kolaborasi ini tidak sekadar wacana, tetapi juga direalisasikan dalam bentuk kegiatan bersama dan gerakan sosial yang menyasar berbagai lapisan pemuda.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Ke Depan
RKP mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya para pemuda yang menggagas ruang kolaborasi ini. Ia menyebut RKP sebagai langkah nyata untuk mengoptimalkan potensi generasi muda.
“Saya mendukung penuh gerakan Ruang Kolaborasi Pemuda. Ini adalah gerakan yang lahir dari semangat generasi hebat. Dengan hadirnya pemuda, ayo kita bangun Kulon Progo bersama-sama,” seru Ambar.
Tak hanya sekadar memberikan dukungan moral, Ambar juga mendorong agar RKP menjangkau seluruh wilayah hingga tingkat kalurahan. Ia menegaskan komitmennya untuk mendampingi langsung proses pengembangan RKP di lapangan.
“Saya ingin perubahan nyata. Bangunlah RKP hingga ke tingkat kalurahan. Saya akan membersamai dan mendampingi kalian semua,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pemuda tetap waspada terhadap informasi palsu dan pentingnya menjunjung tinggi hukum. Ia berharap pemuda bisa menjadi teladan dalam bersikap serta menjaga integritas sosial.
“Jangan hanya mendengar dari satu sisi. Jangan mudah terprovokasi. Pemuda harus taat hukum dan menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Dian Putera Karana, menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan RKP dalam pembinaan kepemudaan. Ia menyebut peran dinas adalah sebagai pendamping dan fasilitator, sementara kepemimpinan gerakan tetap berada di tangan pemuda.
“Kami tidak bekerja sendiri. Kami percaya, gerakan dari pemuda akan jauh lebih kuat jika lahir dari mereka sendiri. Kami hanya bertugas mendampingi, mengawasi, dan mendorong. Biarkan mereka bergerak dengan gaya dan bahasa mereka,” kata Dian.
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/08/6086841108479986736.webp

