
KabarJawa.com – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Pre-Competition Concert bertajuk “PSM ATMA JOGJA Goes to Busan Choral Festival & Competition” dengan tema “We Love to Sing”. Konser tersebut menjadi bagian dari persiapan PSM Atma Jogja sebelum mengikuti ajang internasional Busan Choral Festival & Competition di Busan.
Konser digelar di Student Center, Kampus II UAJY, Gedung Slamet Rijadi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UAJY ke-61.
Sejumlah pimpinan dan mitra UAJY hadir dalam konser tersebut, di antaranya Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., Wakil Rektor II Samiaji Sarosa, M.I.S., Ph.D., Wakil Rektor III Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., Direktur Saemaul Foundation Seunghoon Hong, Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6, serta Kepala Stasiun KAI Yogyakarta beserta jajarannya.
PSM Atma Jogja dijadwalkan berangkat menuju ajang Busan Choral Festival & Competition pada 19 Oktober 2026. Dalam kompetisi tersebut, tim akan mengikuti dua kategori, yakni Etnik Tradisional pada 22 Oktober dan Pop Acapella pada 23 Oktober.
Sebagai bagian dari persiapan, konser “We Love to Sing” menampilkan repertoar dari kedua kategori yang akan diikuti. Sejumlah lagu yang dibawakan antara lain Ugo-Ugo, Mana Lolo Banda, Baya Ie Wei, Markisa, Lady Marmalade, Terbuang dalam Waktu, dan Defying Gravity.
Sebanyak 31 anggota PSM tampil dalam konser tersebut dengan komposisi 10 sopran, 7 alto, 7 tenor, dan 8 bass. Penampilan mereka didukung seorang konduktor, seorang pemusik, dan seorang pendamping.
Manager PSM, Venansius Galih, mengatakan tim PSM Atma Jogja akan berhadapan dengan sejumlah paduan suara dari berbagai negara. Peserta yang disebutnya berasal dari Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia, Burundi di Afrika Timur, dan Korea Selatan.
Menurut Galih, PSM Atma Jogja akan bersaing dengan 15 tim paduan suara pada kategori Etnik Tradisional dan sembilan tim pada kategori Pop Acapella. Kondisi tersebut membuat persiapan yang tersisa perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas latihan.
“Habis konser ini, harus latihan lebih keras lagi. Karena memang tidak main-main, ada 15 tim yang mengikuti kategori Etnik. Pop Acapella tidak kalah beratnya, kami akan bertanding melawan 9 tim dari paduan suara yang lain,” jelas Galih.
Dalam laporannya, Galih juga mengungkapkan cerita mengenai keluarga Radjiwan Tjokrodihardjo. Tiga putranya tercatat pernah menjadi bagian dari PSM Atma Jogja dan ketiganya menjadi konduktor.
Ketiga putra Radjiwan tersebut adalah Raymundus Leonardo Cokrodiharjo, Ignasius Axel Cokrodiharjo, dan Petrus Leonidas Cokrodiharjo.
Raymundus Leonardo Cokrodiharjo menjadi konduktor dalam ajang 9th World Choir Games (WCG) 2016 di Sochi, Rusia. Sementara itu, Ignasius Axel Cokrodiharjo menjadi konduktor dalam 1st Thailand International Choral Festival 2024 di Bangkok, Thailand.
Kini, giliran Petrus Leonidas Cokrodiharjo, putra terakhir Radjiwan, yang akan menjadi konduktor PSM Atma Jogja dalam ajang Busan Choral Festival & Competition.
Galih mengatakan ketiga putra Radjiwan memiliki latar belakang yang serupa selama menempuh pendidikan di UAJY.
“Tiga anaknya berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, tiga-tiganya di Informatika, tiga-tiganya masuk PSM, dan tiga-tiganya jadi konduktor semua,” ungkapnya.
Radjiwan pun menyampaikan harapannya terhadap keberangkatan Petrus dan tim PSM Atma Jogja ke Busan.
“Mudah-mudahan bisa juara,” ungkap Radjiwan.
Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., turut memberikan apresiasi terhadap penampilan PSM Atma Jogja dalam konser pra-kompetisi tersebut.
Ia menyebut penampilan para anggota PSM Atma Jogja luar biasa. Menghadapi banyak peserta dalam kompetisi mendatang, Rektor UAJY mengaku optimistis tim mampu memperoleh penghargaan.
“Saya optimis. Adik-adik ini luar biasa. Saya yakin, kita akan mendapatkan penghargaan yang luar biasa. Saya percaya,” ungkapnya.
Pre-Competition Concert “PSM ATMA JOGJA Goes to Busan Choral Festival & Competition” menjadi salah satu tahapan persiapan PSM Atma Jogja sebelum berkompetisi di Busan. Setelah konser ini, tim masih memiliki waktu untuk melanjutkan latihan sebelum keberangkatan pada 19 Oktober 2026.
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-14.54.52.webp
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

