Berada di Muara Sungai Progo, Ini Deretan Keunggulan Jembatan Kabanaran yang Baru Diresmikan Presiden Prabowo

Berada di Muara Sungai Progo, Ini Deretan Keunggulan Jembatan Kabanaran yang Baru Diresmikan Presiden Prabowo
Jembatan Kabanaran melintang di atas muara Sungai Progo sebagai infrastruktur baru Jalur Lintas Selatan. (Eln)

KabarJawa.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran—yang sebelumnya bernama Jembatan Pandansimo—di kawasan muara Sungai Progo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Peresmian ini menandai hadirnya infrastruktur baru yang tidak hanya kokoh, tetapi juga mengusung inovasi konstruksi modern untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan Yogyakarta.

Pemerintah menempatkan Jembatan Kabanaran sebagai infrastruktur strategis di jalur Jalan Lintas Selatan (JLS). Jembatan yang membentang sepanjang 675 meter dengan lebar 24 meter ini melintas tepat di atas Sungai Progo yang mengalir langsung ke Samudra Hindia.

Lanskap alam yang terbuka membuat struktur jembatan terlihat menonjol sebagai garis penghubung antara pergerakan transportasi darat dan bentang pantai selatan.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya pemerataan akses transportasi di wilayah selatan Jawa, yang selama ini bergantung pada jalur tengah dan utara.

Keunggulan Konstruksi: Sistem CSP dan Timbunan Mortar Ringan

Jembatan Kabanaran menjadi salah satu jembatan dengan penggunaan Sistem Struktur Corrugated Steel Plate (CSP) terpanjang di Indonesia. Teknologi ini membuat struktur jembatan lebih efisien dan mampu menahan beban besar tanpa meninggalkan aspek ketahanan jangka panjang.

Proyek ini juga memanfaatkan timbunan ringan berbahan semen mortar, jauh lebih ringan dibandingkan beton konvensional. Material tersebut menjadikan konstruksi lebih stabil di atas tanah lembap kawasan muara sungai yang cenderung berkarakter lunak.

CEO sekaligus Founder Surya Group, Muhammad Suryo, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Kabanaran merupakan hasil kolaborasi konsorsium antara Surya Group dan Adikarya. Ia menekankan bahwa keterlibatan kontraktor lokal menjadi bagian penting dalam keberhasilan proyek ini.

“Kontraktor lokal sangat berpengaruh, karena mereka menguasai karakteristik tanah, cuaca, dan lingkungan wilayah selatan Yogyakarta. SDM lokal tentu lebih mengenal daerah ini dibandingkan kontraktor dari luar,” ujar Suryo setelah peresmian.

Menurutnya, jembatan ini dibangun mengikuti standar teknis Kementerian PUPR.

“Jembatan ini sudah didesain sesuai standar Kementerian PUPR, pastinya aman digunakan masyarakat dan bisa bertahan untuk jangka panjang,” tegasnya.

Pembangunan jembatan menelan anggaran Rp 863,72 miliar dengan proses pengerjaan selama 579 hari, terhitung sejak November 2023 hingga Juni 2025. Proyek berskala besar ini menyerap 4.578 tenaga kerja, membuka peluang ekonomi di wilayah pesisir selatan yang jarang mendapatkan proyek nasional.

Suryo menambahkan bahwa material mortar besar ringan produksi anak perusahaan Surya Group menjadi faktor percepatan pembangunan.

“Mortar besar ringan ini membuat konstruksi efisien dan tetap kokoh,” bebernya.

Material tersebut menurunkan beban struktur di area tanah basah, sehingga konstruksi tidak membutuhkan pengerasan tanah berlapis seperti pada pembangunan jembatan pada umumnya.

Manfaat untuk Konektivitas dan Ekonomi Kawasan

Berdasarkan data Kementerian PUPR, Jembatan Kabanaran memberi manfaat langsung bagi masyarakat, antara lain meningkatkan konektivitas Jalur Lintas Selatan DIY, memangkas waktu tempuh hingga 20 menit. Jembatan ini juga mendorong pengembangan sektor pertanian, logistik, dan pariwisata.

Keberadaan jembatan ini mampu menurunkan biaya operasional kendaraan hingga 13,11 persen, setara Rp 1,4 triliun. Di samping itu ada harapan untuk meningkatkan nilai ekonomi wilayah, dengan kenaikan produksi komoditas mencapai 18,6 persen atau sekitar Rp 7,7 miliar per tahun.

“Dengan manfaat tersebut, jembatan ini tidak sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga pengungkit ekonomi yang mampu mendorong geliat kawasan pesisir selatan Yogyakarta,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Suryo berharap pemerintah pusat terus memberi ruang bagi kontraktor lokal dalam proyek-proyek strategis nasional.

“Saya berharap pemerintah pusat memperhatikan kontraktor lokal supaya perekonomian berjalan. Tidak selalu bahwa kontraktor lokal itu tidak bisa mengerjakan pekerjaan besar,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa kontraktor lokal memiliki kompetensi yang tidak kalah dari perusahaan besar nasional, terutama ketika proyek berada di wilayah yang sudah mereka kenal secara teknis maupun geografis.

https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/11/6120566368512969696.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door