
KabarJawa.com – Langit selatan Yogyakarta mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan besar. Menjelang akhir Oktober 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di sepanjang pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perairan Kulon Progo, Bantul, hingga Gunungkidul kini masuk dalam zona siaga tinggi.
Informasi resmi BMKG bernomor B/ME.01.02/PDGT/027/YIA/X/2025 itu berlaku mulai 28 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 31 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB.
Dalam laporan sinoptiknya, BMKG mencatat pola angin di perairan Yogyakarta bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5–20 knot. Cuaca di wilayah perairan juga diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, memastikan pihaknya telah menerima peringatan dini tersebut dan langsung mengaktifkan status siaga penuh. Ia menegaskan seluruh personel dan jaringan relawan kini bergerak untuk memantau kondisi pesisir selatan secara berkala.
“Tanda-tanda peralihan musim sudah terlihat sejak akhir September. Intensitas hujan, petir, dan angin kencang terus meningkat. Sekarang, potensi gelombang tinggi juga makin besar,” ujar Purwono.
Purwono menambahkan, ancaman cuaca ekstrem tak hanya terjadi di wilayah laut. Beberapa daerah di daratan Gunungkidul juga perlu waspada. Kawasan utara seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong berisiko mengalami tanah longsor, sementara daerah aliran Kali Oya berpotensi meluap akibat hujan deras.
“Kewaspadaan wajib ditingkatkan agar dampak bencana bisa diminimalkan. Kami sudah menyiagakan tim dan menyusun kajian potensi bencana sebagai langkah antisipasi dini,” tegasnya.
Pantai Baron, Sadeng, dan Gesing Dalam Pemantauan Ketat
BPBD Gunungkidul bekerja sama dengan tim SAR dan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) melakukan pemantauan rutin di Pantai Baron, Sadeng, dan Gesing, tiga kawasan wisata dengan aktivitas nelayan paling ramai.
Petugas kini memasang bendera peringatan, memeriksa kondisi kapal, serta memberikan edukasi keselamatan kepada wisatawan dan pelaku wisata.
Koordinator Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono, menuturkan bahwa kondisi ombak pada akhir pekan masih tergolong aman, meski perubahan arah dan kecepatan angin bisa terjadi secara cepat.
“Potensi gelombang tinggi diperkirakan terjadi sekitar tanggal 30 Oktober dengan ketinggian di bawah 10 feet. Masih kategori aman, tapi kami tetap imbau nelayan dan wisatawan waspada,” katanya.
Marjono juga menyampaikan pesan khusus agar nelayan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi angin dan ombak memburuk.
Menurutnya, gelombang dengan tinggi di atas 1,25 meter sudah cukup berbahaya bagi perahu kecil, apalagi jika kecepatan angin mencapai 15 knot atau lebih.
BMKG menegaskan bahwa:
- Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
- Kapal tongkang berisiko pada kecepatan 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
- Kapal ferry berisiko pada kecepatan 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
“Kami minta nelayan selalu membawa pelampung, memeriksa bahan bakar, dan memperhatikan informasi cuaca sebelum berangkat. Wisatawan juga jangan berenang terlalu ke tengah atau bermain di bibir pantai ketika ombak membesar,” imbuh Marjono.
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Perubahan cuaca cepat di selatan Yogyakarta kini menjadi perhatian serius. Dalam beberapa pekan terakhir, pola angin laut berubah tidak menentu, sementara awan konvektif terus terbentuk di atas Samudra Hindia.
Kondisi ini menandakan fase aktif Monsun Asia mulai bergerak masuk, membawa kelembapan tinggi dan potensi badai lokal.
Purwono menegaskan bahwa BPBD akan tetap siaga penuh hingga cuaca kembali stabil. Posko pemantauan di Pantai Baron, Krakal, dan Drini telah dilengkapi alat komunikasi darurat serta sistem peringatan cepat (early warning system).
“Kami tidak ingin kecolongan. Setiap laporan cuaca ekstrem dari BMKG langsung kami teruskan ke tim lapangan agar bisa bertindak cepat,” ujarnya.
Dengan siaga penuh di lapangan, BPBD Gunungkidul berharap masyarakat pesisir dapat terus waspada tanpa panik.
Edukasi keselamatan, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan peralatan darurat menjadi kunci utama menghadapi potensi gelombang tinggi akhir Oktober ini.
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/10/gelombang-tinggi.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door

