
KABARJAWA – Ribuan jamaah memenuhi halaman hingga ruang utama Masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, sejak subuh buta.
Mereka datang berbondong-bondong untuk mengikuti kajian akbar Lir Ilir Chapter Yogyakarta yang menghadirkan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Suasana religius berpadu dengan kehangatan kebersamaan, menciptakan momen yang sulit terlupakan bagi warga Kota Yogya dan sekitarnya.
Kajian Akbar Lir Ilir
Acara yang berlangsung selepas subuh hingga pukul 06.30 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Dakwah Lir Ilir.
Gerakan ini terus bergulir di berbagai daerah di DIY untuk memperkuat iman, ukhuwah, dan semangat persaudaraan.
Pemilihan Masjid Pangeran Diponegoro sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Masjid bersejarah itu bukan hanya pusat syiar Islam di Yogyakarta, melainkan juga simbol kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat dalam memakmurkan rumah ibadah.
Acara Lir Ilir di Masjid Pangeran Diponegoro tidak hanya meneguhkan semangat keagamaan, tetapi juga menguatkan identitas Yogyakarta sebagai kota toleransi.
Jamaah dari berbagai kalangan, tua-muda, pelajar, pegawai, hingga pedagang kaki lima, larut dalam suasana penuh khidmat.
Gelombang manusia yang datang dengan wajah penuh cahaya iman menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Yogyakarta merindukan dakwah yang menyejukkan.
Semangat itu menegaskan pesan besar bahwa Yogyakarta harus terus menjadi teladan kerukunan bagi seluruh daerah di Indonesia.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir langsung mendampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Ia berdiri di hadapan jamaah dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara yang sarat nilai spiritual tersebut.
“Acara ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga nilai-nilai religius di tengah perkembangan zaman. Kota Yogya selalu terbuka untuk kegiatan yang membawa kemaslahatan umat. Kehadiran tokoh nasional seperti Ustaz Abdul Somad memberi energi positif dan menguatkan ukhuwah,” tegas Hasto.
Ustaz Abdul Somad Ajak Jamaah Rawat Toleransi
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad menggetarkan hati ribuan jamaah. Dengan gaya khasnya yang lugas, penuh humor, namun sarat makna, ia mengajak umat Islam meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
UAS menekankan bahwa Yogyakarta memiliki peran penting sebagai kota budaya sekaligus kota toleransi. Jogja ini istimewa, tidak hanya secara status hukum, tapi juga dalam hati umat.
“Di sini Islam berdampingan damai dengan budaya, dan itu harus kita rawat. Jangan sampai kita lengah menjaga kerukunan di tengah perbedaan,” ujarnya.
UAS menambahkan, dakwah tidak cukup hanya berhenti pada forum kajian, melainkan harus hadir dalam perilaku sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan lintas agama, budaya, dan golongan, sehingga Yogyakarta tetap menjadi teladan bagi daerah lain. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/08/photo_6127367264538839272_y.webp

