
KABARJAWA – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus bergerak menanggulangi kemiskinan melalui berbagai program konkret.
Danang yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sleman itu menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Upaya Pemerintah
Danang menegaskan pemerintah tidak bisa berjalan sendirian menurunkan angka kemiskinan. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam mendukung program-program penanggulangan kemiskinan di Sleman.
“Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan upaya-upaya dalam penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program. Namun, tentu memerlukan keterlibatan masyarakat untuk keberhasilan program tersebut,” tegas Danang Maharsa.
Danang menjelaskan keterlibatan berbagai elemen masyarakat sangat mempengaruhi objektivitas data kemiskinan di lapangan. Menurutnya, data yang valid dan terverifikasi dapat membantu pemerintah menyalurkan program secara tepat sasaran.
Danang mengungkap pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu mengubah data kemiskinan di banyak daerah, termasuk Kabupaten Sleman.
Danang menyebut banyak masyarakat Sleman kehilangan pekerjaan dan mengalami penurunan penghasilan selama pandemi.
Program untuk Tekan Angka Kemiskinan
Danang memastikan pemerintah berupaya memulihkan kondisi tersebut dengan menggencarkan tiga program utama penanggulangan kemiskinan.
Ia merinci program pertama berupa pemberian perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin dengan kategori tidak produktif.
Danang menegaskan program ini menyasar lansia dengan riwayat sakit menahun, disabilitas berat, dan kelompok rentan lain yang tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kemudian, ia menyebut program kedua yaitu memfasilitasi peningkatan keterampilan dan pendapatan bagi masyarakat miskin yang masih produktif.
Pemerintah Sleman memberikan pelatihan kerja, pembekalan wirausaha, hingga pendampingan agar masyarakat miskin dapat mandiri secara ekonomi.
Danang menekankan pentingnya program ini karena masyarakat produktif dapat memiliki penghasilan tetap. Ia yakin jika masyarakat memiliki keterampilan dan pekerjaan, mereka akan mampu keluar dari jerat kemiskinan.
Danang lalu menjabarkan program ketiga yaitu pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Danang mengatakan beasiswa ini menjadi investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan. Ia menyebut anak-anak dari keluarga miskin memiliki peluang lebih baik jika menempuh pendidikan tinggi.
Danang menegaskan pemerintah ingin mencetak generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing.Ia berharap ketiga program tersebut mampu menekan angka kemiskinan di Sleman.
Danang menilai meningkatnya keterampilan, pendidikan, dan kesempatan kerja akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/07/photo_6289566661522606631_y.webp

