
KABARJAWA – Upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi membuahkan hasil yang sangat menggembirakan.
Sebanyak 2.001 UMKM lokal telah terdaftar di platform e-commerce pengadaan barang dan jasa milik pemerintah, Mbizmarket. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.015 UMKM telah berhasil melakukan transaksi secara langsung dengan Pemkab Sleman.
Kerja Sama antara Pemkab Sleman dan Mbizmarket
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital yang terus berkembang di Sleman, sekaligus menjadi bukti kuat bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing dan tumbuh di tengah ekosistem digital nasional yang semakin kompetitif.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Widodo, mengungkapkan bahwa kerja sama antara Pemkab Sleman dan Mbizmarket telah menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2023, total transaksi mencapai Rp43 miliar, dan melonjak menjadi Rp102 miliar pada tahun 2024.
“Hingga bulan Mei 2025, transaksi sudah menyentuh angka Rp 43 miliar. Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar,” ujar Widodo dengan optimis.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Mbizmarket bukan hanya mempercepat proses pengadaan barang dan jasa. Namun, ini juga membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Sleman.
Dukungan penuh datang dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan platform digital seperti Mbizmarket merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi Memperluas Pasar UMKM Sleman
“Kami mendorong kolaborasi yang lebih luas untuk memperluas pasar UMKM Sleman. Para pelaku usaha bisa belajar dari narasumber, sementara narasumber juga bisa memberikan masukan konstruktif agar UMKM semakin berkembang,” terang Bupati Harda.
Ia menegaskan bahwa Mbizmarket telah menjadi sarana yang sangat strategis untuk mendukung visi Kabupaten Sleman dalam membangun perekonomian berbasis kerakyatan melalui sektor UMKM, pariwisata, pertanian, hingga ekonomi kreatif.
“Semoga semakin banyak UMKM Sleman yang bergabung dan mengambil bagian dalam pengadaan barang dan jasa. Kami yakin ekonomi Sleman akan semakin kuat dan berdaya saing,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari pihak Mbizmarket. Andhie Saad, selaku Board of Directors Mbizmarket, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Sleman atas komitmennya dalam mendukung digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Total transaksi Kabupaten Sleman sejak 2022 hingga pertengahan 2025 telah menembus lebih dari Rp 205 miliar, melibatkan lebih dari 2.000 penyedia. Ini adalah capaian luar biasa dan menjadi contoh sukses implementasi toko daring LKPP secara nasional,” jelas Andhie.
Mbizmarket juga mengapresiasi keberadaan Forum Komunikasi UMKM di tingkat kapanewon, pelatihan intensif, serta program temu usaha yang rutin. Semua inisiatif ini dinilai sebagai bentuk nyata dari semangat inklusivitas dan pemberdayaan yang diusung Pemkab Sleman.
Dengan adanya dukungan menyeluruh dari pemerintah daerah, platform digital, dan semangat kolaborasi antar pemangku kepentingan, UMKM Sleman kini memiliki fondasi untuk naik kelas.
Akses terhadap pasar pengadaan pemerintah yang dulunya terbatas, kini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan.
Ke depan, transformasi ini akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadikan Sleman sebagai pionir dalam pemanfaatan teknologi digital untuk penguatan UMKM. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/06/photo_6219936965252465021_y.webp

