
KabarJawa.com— Semangat religius memenuhi halaman SMP Negeri 2 Wonosari. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema lembut menyambut pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar SD dan SMP Tingkat Kapanewon Wonosari Tahun 2025.
Kegiatan berawal dengan apel bersama ratusan pelajar, guru pendamping, dan jajaran panitia. Suasana khidmat terasa ketika para peserta berdiri tegap menyanyikan lagu Indonesia Raya dan memanjatkan doa bersama.
Pembukaan MTQ Pelajar Wonosari 2025
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menegaskan bahwa kegiatan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an.
Ia menilai, MTQ memiliki makna strategis dalam membentuk akhlak, karakter, dan moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
“Al-Qur’an merupakan pedoman suci yang harus senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan agar kita senantiasa mendapat rahmat dan syafaat Allah,” ujar Joko Parwoto.
Ia mengingatkan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di era digital. Akses informasi yang luas, jika tidak disertai dasar moral yang kuat, dapat menjerumuskan pada perilaku negatif.
Oleh karena itu, kegiatan seperti MTQ harus menjadi bagian dari gerakan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pelajar.
Lebih lanjut, Joko Parwoto menyampaikan pesan dari Sang Proklamator Ir. Soekarno, “Ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta.”
Ia menilai pesan itu sangat relevan dengan kondisi generasi masa kini yang membutuhkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kekuatan iman.
“MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum untuk menanamkan karakter, memperkuat spiritualitas, dan membentuk generasi berakhlakul karimah,” tegasnya.
Tujuan Kegiatan MTQ
Ketua Panitia Pelaksana, Suhartati, menjelaskan bahwa kegiatan MTQ Pelajar Wonosari 2025 diselenggarakan untuk meningkatkan motivasi pelajar dalam membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an.
Menurutnya, ajang ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan bakat, etika, estetika, dan kreativitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Kami ingin agar generasi muda tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tapi juga menjadikannya sumber inspirasi dan pedoman hidup,” ujarnya.
Tahun ini, panitia mengusung tema besar Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Kita Wujudkan Generasi yang Unggul, Cerdas, dan Berakhlakul Karim.
Tema tersebut mencerminkan semangat sinergi antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual dalam membentuk pelajar berkarakter.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Ratusan pelajar dari tingkat SD dan SMP se-Kapanewon Wonosari hadir dengan seragam khas masing-masing sekolah.
Untuk tingkat SD, terdapat 7 gugus, masing-masing mengirimkan 16 siswa terbaik. Sementara itu, tingkat SMP diikuti oleh 8 sekolah dengan total 18 peserta dari setiap sekolah.
Mereka akan berkompetisi dalam 8 cabang lomba untuk tingkat SD dan 9 cabang lomba untuk tingkat SMP. Jenis lomba mencakup Tilawah, Tartil, Tahfidz, Kaligrafi, Adzan, Cerdas Cermat Islami, Pidato, hingga Nasyid Islami.
Para pemenang akan mewakili Kapanewon Wonosari pada ajang MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Gunungkidul, yang rencananya berlangsung bulan depan.
Suhartati menutup sambutannya dengan penuh harapan. Ia menegaskan, kegiatan MTQ tidak berhenti sebagai lomba tahunan, melainkan harus menjadi bagian dari gerakan pembinaan karakter dan penguatan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber inspirasi, dan dasar pembentukan karakter mulia,” pungkasnya. (ef linangkung)
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/10/photo_6303045024815451050_y.webp
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door

