
KABAR JAWA – Anak usia 3–4 tahun biasanya sedang berada di masa emas pertumbuhan.
Mereka mulai banyak ingin tahu, suka bereksplorasi, dan mulai menunjukkan kemampuan dasar dalam berbagai hal.
Di usia ini, setiap perkembangan kecil sangat berarti. Jadi, laporan perkembangan belajar atau narasi raport di PAUD sangat membantu orang tua untuk melihat sejauh mana tumbuh kembang si kecil selama satu semester terakhir.
Narasi raport bukan sekadar nilai atau angka. Tapi lebih ke catatan sederhana yang menggambarkan apa saja yang sudah dicapai anak, hal-hal yang masih butuh dibimbing, dan bagaimana sikap anak di sekolah.
Bahasa yang digunakan juga harus mudah dipahami orang tua. Nggak perlu pakai istilah kaku atau terlalu teknis. Cukup ringan dan jelas.
Berikut ini adalah contoh narasi raport PAUD usia 3–4 tahun untuk semester 2. Kamu bisa isi bagian tengahnya sesuai perkembangan masing-masing anak:
- Ananda Hani menunjukkan minat yang cukup besar dalam musik dan gerak. Ia juga antusias saat berpartisipasi dalam kegiatan bermusik, seperti bernyanyi dan bermain alat musik sederhana seperti suling. Ia juga memiliki koordinasi tubuh yang baik sehingga gerakan dan tariannya begitu harmonis.
- Dari segi motorik, Ananda Sona terlihat begitu gesit dan lincah. Selain itu, terlihat Ananda Sona juga suka bercerita akan tetapi masih malu-malu saat diminta tampil di depan teman-temannya. Tapi tidak apa-apa, hal tersebut adalah wajar dan dapat menjadi perjalanannya dalam belajar.
- Ananda Adi akan saya ajak lebih sering untuk banyak terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengutamakan kerja sama dan berinteraksi dengan teman-temannya. Misalnya saja dalam berbagai permainan yang membutuhkan kekompakan.
- Ananda Rudi memiliki minat yang cukup tinggi dalam eksplorasi dan observasi di lingkungan sekitar. Ia juga gemar mengamati dan bertanya tentang benda-benda yang baru dilihatnya dan itu dapat menjadi tanda-tanda positif untuk perkembangannya.
- Ananda Denada semakin rajin mengikuti kegiatan peribadahan yang berlangsung di sekolah. Saat ada kegiatan ibadah bersama, Ananda Denada juga selalu menyiapkan dirinya dengan baik, dan menjalankan kegiatan peribadahan dengan khidmat dan khusyuk.
- Ananda Tania menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam mengenal huruf dan angka. Ia juga mampu membaca suku kata yang sederhana serta menulis namanya sendiri dengan sangat baik. Ananda Tania juga sangat senang mendengarkan cerita dan mampu untuk menceritakan kembali isi cerita yang ia dengar dengan bahasa yang sederhana.
- Ayah dan bunda diharapkan untuk mendukung kegiatan belajar Ananda Gania di rumah, mengulas kembali belajar Ananda Gania ketika di sekolah, dan terus mendukung pemahaman yang sudah ia dapatkan.
Narasi seperti ini bisa ditulis sesuai karakter dan pencapaian anak. Misalnya, jika anak sudah mulai mengenal warna, menyebut nama teman, atau mulai tertib saat makan bersama, itu bisa ditulis di bagian sosial atau kognitif.
Kalau anak masih pemalu atau belum bisa memegang alat tulis dengan baik, itu juga bisa ditulis dengan nada yang positif dan membangun.
Narasi ini memberi gambaran jelas ke orang tua bahwa anaknya sedang berkembang, punya potensi, dan tetap butuh dukungan.
Hindari kalimat yang membuat orang tua khawatir atau membandingkan anak satu dengan lainnya. Karena tiap anak tumbuh dengan cara dan waktu yang berbeda.***
https://kabarjawa.com/wp-content/uploads/2025/05/soal-1.webp

